- Diutus Menjadi Jawaban - Pdm Thomas Trigiyono
MAZMUR 105:16-17
Kelaparan terjadi di Kanaan bahkan semua persediaan bahan makanan sudah dihancurkan. Kesukaran melanda umat pilihan Allah yang memaksa bangsa itu pergi ke Mesir untuk membeli makanan. Sementara di Mesir berlimpah dengan bahan makanan karena ada Yusuf yang dipersiapkan Tuhan untuk menjadi jawaban dari masalah yang terjadi di masa itu, janji Tuhan melalui mimpi atas Yusuf digenapi meski harus melewati proses hidup yang sulit – dijual menjadi budak. Yusuf diangkat tinggi menjadi orang kedua di Mesir setelah mimpi Firaun tentang masa yang akan terjadi di dunia pada waktu itu dapat diartikan oleh Yusuf. Dan Yusuf pun dipilih dan dipercaya untuk mempersiapkan segala sesuatu menghadapi masa kelaparan – masa sukar yang memang didatangkan/diijinkan Tuhan terjadi pada waktu itu.
Adakalanya Tuhan mengijinkan kesukaran terjadi, bahkan melanda dunia seperti wabah Covid19 saat ini. Dalam hal ini pemazmur mengajak kita untuk terus mengingat dan bersyukur atas kasih setia Allah dalam menolong umat-Nya. Dan Tuhan menyediakan jalan keluar dari masalah yang terjadi. Orang percaya (gereja) adalah Yusuf di akhir zaman yang DIUTUS MENJADI JAWABAN bagi bangsa dan sesama kita. Amin.
29m - Jun 19, 2020 - Pahit Menjadi Manis - Pdp Yakub Budi K
Rut 1:15-17
Biasa hidup nyaman, saat keadaan berubah karena krisis orang sulit untuk menerima bahkan dapat membuat putus asa. Saat Betlehem (rumah roti-pemeliharaan) terjadi kelaparan, Naomi pergi ke Moab dan masih bersama suami dan kedua anak lelakinya. Tapi saat kembali ke Betlehem Naomi hanya dengan Rut menantunya.
Kesulitan merubah identitas seseorang, arti kata Naomi : menyenangkan, manis berubah menjadi Mara : pahit, penderitaan. Identitas kita bukan ditentukan dari apa yang dilihat dan apa kata orang orang, jabatan, kekayaan, keadaan kita. Tapi identitas kita sebagai orang percaya adalah anak Allah yang maha tinggi, ciptaan baru dan berharga di mata Tuhan. Apapun yang terjadi identitas kita tetap sebagai anak-anak Allah yang berkemenangan. Krisis yang terjadi hanya tantangan untuk kita kalahkan dan membuat kita semakin kuat.
Saat Rut memiliki komitmen dan keputusan (ay. 16-17) untuk mengikuti kemana Naomi pergi (bergerak menuju destinynya) dan bermalam (menjadikan Allah tempat perlindungan – Maz. 91), bangsamu adalah bangsaku (membangun relasi pergaulan yang baik) dan Allahmu adalah Allahku (membangun iman pada Allah Israel) maka pada akhirnya Rut menjadi berkat “…dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; …. perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” (Rut 4:15).
Dalam masa krisis yang terjadi sekarang ini, miliki komitmen dan keputusan yang benar dalam Tuhan dan kita akan mengalami breakthrough dalam hidup kita dari yang PAHIT MENJADI MANIS. Amin.
35m - Jun 18, 2020 - Pribadi Yang Dewasa dan Tangguh - Pdt Sadrah Harjito
Kejadian 39:1-5
Tokoh-tokoh di Alkitab dapat menjadi teladan bagi kita karena mereka dapat melewati proses – ujian dari masalah yang dihadapi. Karena dari setiap kesukaran yang terjadi ada peluang dan kesempatan, kesukaran dapat menjadi batu loncatan untuk kita naik ke level yang lebih tinggi dan menjadi batu pijakan yang melatih kita menjadi lebih kuat dalam kehidupan.
Kita belajar dari seorang Yusuf. Yang pertama, rencana Allah tidak dapat dibatalkan oleh masalah yang kita alami. Arti Yusuf adalah “Tuhan telah menambahkan”. Dan memang pada akhirnya Tuhan menambahkan hal-hal besar dalam hidupnya. Kesukaran demi kesukaran yang dialami Yusuf semakin mendekatkan pada rencana Tuhan yang indah dalam hidupnya. Tanpa disadari identitas budak – karena dijual saudara2nya – telah hilang saat di percaya di rumah Potifar. Janji Tuhan mulai dinyatakan dalam hidupnya.
Yang kedua, ada penyertaan Allah. Yusuf harus keluar dari zona nyaman – karena dikasihi dan diistimewakan ayahnya. Dipaksa untuk siap menghadapi sebuah tantangan baru, yang tidak siap akan stress – depresi. Penyertaan Tuhan memberi kemampuan untuk bertahan dalam kondisi yang sulit dan melihat dengan iman, peluang dan kesempatan, melihat jauh ke depan pada janji Tuhan yang akan digenapi. Penyertaan Allah membuat kita berhasil dengan apa yang kita kerjakan di manapun dan situasi apapun.
Saudara masalah apapun yang kita hadapi saat ini, tidak dapat membatalkan rencana Allah digenapi atas kehidupan kita, dan penyertaan-Nya akan membentuk kita menjadi PRIBADI YANG DEWASA DAN TANGGUH menghadapi kesukaran yang terjadi saat ini. Amin.
31m - Jun 17, 2020 - Menjawab Dengan Ajaib - Pdt Naftali Budi K
Lukas 18:1-8
Kebanyakan orang menginginkan segala sesuatu dengan instan – cepat tanpa mau menjalani proses yang harus dilalui. Karena tidak mau melalui proses, orang menghalalkan segala cara seperti melakukan suap, korupsi, curang, mencuri, dll untuk apa yang ia inginkan. Dalam hal doa, kita juga menginginkan jawaban yang instan, kita meminta terus dikabulkan.
Tuhan Yesus memberi perumpamaan bagaimana seharusnya kita berdoa yaitu dengan tidak jemu-jemu, sampai mendapatkan jawaban. Bagaimana kita berdoa dengan tidak jemu-jemu? Yang pertama adalah fokus pada Allah bukan masalah. Ketika belum mendapat respon, janda itu “selalu datang” kepada hakim itu (ay. 3). Sampai akhirnya hakim itu menyatakan, “..baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang, ...” (ay. 5). Saat fokus kita pada Allah maka saat kita datang berdoa menghadapkan apa yang menjadi pergumulan kita, kita tunggu respon Tuhan, saat belum ada respon, kita berdoa lagi menunggu respon Tuhan, demikian yang terus kita lakukan sampai Tuhan merespon membuka pintu sorga dan menjawab “Ya” untuk semua yang kita doakan. Yang kedua, kita percaya kedaulatan Allah. Hakim itu punya kedaulatan untuk menentukan apakah akan menolong atau tidak. Allah kita Allah yang berdaulat atas segalanya, Ia menjawab doa tepat pada waktunya, Ia pula yang akan membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.
Saat dalam pergumulan, mari fokus pada Allah dengan menghadapkan semua itu pada Tuhan, berdoa dan tunggu dan itu yang terus kita lakukan sampai Allah yang berdaulat merespon dan MENJAWAB DENGAN AJAIB doa kita._ Amin.
34m - Jun 14, 2020 - Dengan Sadar - Pdm Thomas Trigiyono
1Petrus 2:18-19
Masalah hidup bisa terjadi karena banyak hal – pemimpin/pemerintah yang otoriter/bengis, bencana alam, penyakit, perang, kesukaran, dll. Sebagai manusia kita memilih hidup nyaman dan pasti menolak proses yang harus dijalani melalui masalah yang terjadi. Tapi firman Tuhan melalui rasul Petrus memerintahkan untuk kita tetap menjalani proses itu dengan tunduk dan hormat meski menyakitkan. Kita tidak bisa menolak tapi kalau hal itu adalah kehendak Allah maka kita harus tetap menjalani. Karena kita adalah seorang hamba (1Pet. 1:18-19) yang harus menerima dan mengerjakan bagian kita dengan tulus hati meski menyakitkan, rugi (kisah Yusuf).
Karena kasih karunia-Nya maka kita DENGAN SADAR akan kehendak Allah, menerima dengan syukur masalah – kesukaran – penderitaan yang kita alami saat ini, karena percaya Tuhan yang menolong dan memampukan kita.
Saat ini kita menghadapi wabah Covid19, mari menerima masalah ini sebagai proses yang harus kita lalui dengan tetap tunduk pada kendali Tuhan. Dan karena kasih karunia-Nya DENGAN SADAR akan kehendak Tuhan menghadapi ini dengan tenang, bersama Tuhan kita pasti sanggup melewati semua ini. Amin.
27m - Jun 13, 2020 - Kita Dibedakan - Pdp Yakub Budi K
Keluaran 33:11-29
Musa dipercaya Tuhan memimpin Israel keluar dari Mesir. Sebagai pemimpin Musa mengalami tekanan baik fisik maupun batin karena Israel bangsa yang tegar tengkuk. Sementara orang Israel sendiri menghadapi kesulitan karena ganasnya padang gurun (ketandusan, bahaya, cuaca ekstrem, serangan musuh). Kita saat ini juga menghadapi kondisi yang sama yang mungkin membuat kita tertekan baik fisik maupun batin kita (lara njaba jero).
Mari belajar dari Musa yang bisa bertahan selama 40 tahun menghadapi padang gurun :
1. Hidup dengan mencukupkan kasih karunia Tuhan. (ay. 12-13). Kasih karunia Tuhan sangat cukup untuk memenuhi semua kebutuhan kita, dalam kasih karunianya kita mengalami kehadiran, kemurahan dan kuasa Allah nyata ketika kita ada dalam kesukaran. Kasih karunianya memampukan kita mencari Tuhan (berdoa) dengan sungguh-sungguh meski keadaan susah ataupun senang dan Tuhan akan menunjukkan jalan bagi kita.
2. Selalu bersyukur. “Ingatlah, bangsa ini umat-Mu.” Kita sadar bahwa yang kita miliki – dipercayakan pada kita saat ini – jabatan, uang, pekerjaan, bisnis – adalah milik Tuhan. Selalu bersyukur meski semua itu untuk saat ini mungkin hilang lepas dari genggaman kita. Allah sanggup mengembalikan memulihkan kembali.
Dengan bersyukur Tuhan akan memberi bimbingan dan damai sejahtera – ketenteraman – kepada kita. Damai sejahtera memberi kemenangan dari masalah yang kita hadapi, kita tidak panik, cemas dan bingung. "Aku dhéwé sing bakal ngirid lakumu sarta maringi kemenangan marang kowé." (ay. 14 – jawa)
3. Allah menyatakan kemuliaanNya (ay. 18-19). KemuliaanNya nyata atas kita dimana karakter – sifat Allah tercermin dalam kehidupan kita. Masalah dan kesukaran yang terjadi akan memproses kita semakin bernilai, berkualitas, berbobot di hadapan Allah.
Menghadapi padang gurun – kesukaran – yang terjadi, saat kita hidup dengan mencukupkan kasih karunia Allah, bersyukur dalam kondisi apapun maka kemuliaan Allah akan nyata dalam kita. Dalam kasih karunia-Nya KITA DIBEDAKAN dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini. Amin.
32m - Jun 12, 2020 - Ada Jaminan Pertolongan - Pdt Sadrah Harjito
Sudah beberapa bulan dunia menghadapi wabah Covid 19, dan banyak negara mengalami kerugian. Bukan hanya banyak korban nyawa, tapi Covid 19 juga berimbas pada segi kehidupan yang
lain. Hampir segala kegiatan harus dikerjakan secara online, dari rumah, sehingga zaman ini disebut zaman NOW. Satu sisi, gereja semakin bertumbuh, bertambah banyak, karena rumah-rumah seakan
disulap jadi gereja. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi gereja Tuhan, yaitu kita orang-orang percaya. Tapi satu sisi memang harus diakui bahwa ada banyak orang belum siap dengan Work From
Home. Akibatnya mereka terkena imbas atau dampak buruk dari Covid 19 ini. Tapi kita bersyukur bahwa Tuhan siap menolong, ada jaminan Eben Haezer bagi Anak Tuhan. Ditengah badai krisis ini, kita bahkan dapat terbang mengatasi badai. Mari kita melihat jaminan Tuhan ini sehingga kita tidak tenggelam dalam badai krisis ini. Mari kita baca : Ibr 4:16.
Apa yang dapat kita pelajari?
1. Sebab itu
Ayat ini diawali dengan kata : sebab itu. Ada suatu alasan yang disampaikan penulis Kitab Ibrani. Semua karena kita punya Tuhan Yesus yang sudah ada di surga sebagai Imam Besar Maha Agung. Imam adalah wakil manusia dalam urusan mengenai Allah. Tuhan Yesus, Ia adalah Imam Besar Agung yang bukan hanya dapat menjadi pengantara. Lebih dari itu, Tuhan Yesus dapat menjamin bahwa doa-doa kita tidak sia-sia. Sederhananya Tuhan Yesus sudah menembus sorga dan menjamin doa kita sampai di sorga.
2. Menghampiri tahta kasih karunia
Karena kita punya Tuhan sebagai Bapa yang berkuasa atas surga dan seluruh bumi. Maka kita dapat dengan berani menghampiri tahta kasih karunia. Kita dapat dengan berani. Berani di sini dalam bahasa aslinya adalah : parrhesia. Parrhesia itu punya makna selain berani : terus terang, penuh percaya. Kita dalam doa dapat berterus terang tentang apa yang kita rasakan. Ingat, Tuhan dapat dan telah merasakan penderitaan yang kita rasakan. Tuhan sangat mengerti penderitaan kita, sehingga tahu apa yang harus Tuhan kerjakan untuk menolong kita. Doa kita sampai ke tahta kasih karunia. Tahta itu tempat Penguasa menjalankan otoritasnya. Dari tahta itu juga keluar hukum, keputusan
dari penguasa. Ketika kita berdoa, maka doa kita dijamin sampai ke tahta Allah, bukan sampai tempat lain.Tuhan akan menjawab dengan kasih karunia bagi orang percaya. Kasih karunia : charis, itu bukan sekedar ada kasih dan keindahan. Charis itu maknanya : penyataan istimewa dari kehadiran Tuhan, kuasa dan kemuliaan Allah. Orang yang mendapat kasih karunia akan mengalami hal istimewa dari Allah. Kemuliaan Allah dan kuasaNya yang ajaib akan dinyatakan dalam hidup orang itu. Maka hari-hari ini ketika seluruh dunia mengalami dampak dari pandemi corona. Kita sebagai anak Tuhan, mari dengan yakin menghadap tahta kasih karunia Allah. Sebagai anak Tuhan, kita
akan menerima hal istimewa dari Tuhan. Kuasa dan kemuliaan Allah akan dinyatakan dalam hidup kita. Maka fokuslah pada Tuhan, bukan pada wabah dan dampak yang terjadi.
3. Ada rahmat dan pertolongan
Kita tidak dapat menghindari adanya virus dan dampak dari virus ini. Artinya, wabah memang harus terjadi, tidak bisa ditolak, dampak ke segi yang lain harus terjadi. Tapi di sisi lain, sebagai anak Tuhan, ada jaminan rahmat dan pertolongan Tuhan dalam doa kita. Sehingga kita dapat dengan berani, dengan yakin berdoa, sebab doa kita sampai ke tahta Allah. Tuhan menjamin ada rahmat bagi kita. Rahmat – eleos : belas kasihan, kemurahan Tuhan. Kalau hari-hari ini kita kena dampak dari keadan ini, mari kita pegang janji Tuhan. Bagi kita ada belas kasihan dan Kemurahan Tuhan. Selain itu juga ada pertolongan Tuhan
Dalam versi JMNT ditulis ada : response to cry for help. Ada respon Tuhan terhadap teriakan yang minta tolong. Artinya Tuhan segera merespon anda ketika anda berdoa minta pertolonganNya. Tuhan segera bertindak, untuk membuat sesuatu yang baik. Maka jangan takut di tengah badai yang terjadi hari-hari ini. Tapi mari berdoa dengan penuh keyakinan pada Tuhan Yesus. Tuhan akan menjawab dengan segera merespon untuk menolong kita. Maka fokuslah pada Tuhan bukan badai, dan alami jawaban doa yang ajab.
52m - Jun 11, 2020 - Berkat Orang Benar - Pdt Sadrah Harjito
Maz. 37:25.
Kita ada sebagaimana kita ada hari ini karena anugrah, kasih, kebaikan dan penyertaan Tuhan. Meskipun saat ini kita berada dalam masa sukar, biar kita tetap memiliki respon yang benar menghadapi keadaan sekarang ini.
Daud di akhir hidupnya, menyimpulkan bahwa orang benar tidak pernah ditinggalkan bahkan anak cucunya diberkati. Ada masa dalam kehidupan kita yang pasti terjadi, kita tidak bisa menolak-menghindar dan harus dihadapi. Daud pernah mengalami masa sukar akan dibunuh, dikhianati, dibuang, dikejar-kejar. Tapi satu yang dia lakukan dia hadapi dan tidak mau tenggelam dalam masalah itu, karena dibalik itu semua ia melihat pertolongan, pembelaan Tuhan. Dan itu menjadi pengalaman dengan Tuhan yang membuat dia matang secara pribadi dalam menghadapi setiap masalah. Ada penyertaan-Nya yang ajaib, ada kekuatan dan jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi.
Daud juga menyatakan bahwa orang benar tidak pernah ditinggalkan. Daud pernah jatuh melakukan kesalahan/dosa, tapi mau berubah dalam Tuhan. Kita mendapat status sebagai orang benar melalui Kristus, kita adalah ciptaan baru artinya ada sesuatu yang diubah dan ditingkatkan mutunya. Orang benar adalah orang yang mau belajar meneliti dan hidup dalam hukum ilahi – kesukaannya adalah taurat Tuhan (Maz. 1). Kita hidup dari firman yang keluar dari mulut Allah. Menjadi orang yang konsisten memberi makan rohnya dengan firman Tuhan.
Dalam masa seperti ini, kita percaya ada penyertaan Tuhan yang ajaib dan kita dibenarkan karena menyukai dan menghidupi firman-Nya sehingga kita tidak pernah ditinggalkan oleh Tuhan dan BERKAT ORANG BENAR akan sampai kepada anak cucu kita. Amin.
33m - Jun 10, 2020 - Pasti Dipulihkan - Pdt Naftali Budi K
Yoel 2:25-26
Firman Tuhan disampaikan melalui Yoel tentang malapetaka yang dahsyat yang terjadi di Yehuda karena ketidaktaatan mereka sebagai sebuah bangsa, dan mengenai malapetaka itu agar diceritakan kepada generasi ke generasi. Ada masa dimana semua yang diusahakan oleh umat Allah akan habis tidak tersisa – dihabiskan, dimakan oleh belalang (Yoel 1:1-12). Tapi Tuhan berjanji, “Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, …kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.” (Yoel 2:25-26). Bagaimana kita mengalami pemulihan dari Tuhan : 1). MERENDAHKAN DIRI DIHADAPAN TUHAN (Yoel 1:13-16). Mengeluh, meratap dan berteriak kepada Tuhan. Apapun yang kita alami keluhkan, sampaikan kepada Tuhan. Allah memberi tanggung jawab kepada kita umat Tuhan semakin sungguh-sungguh berdoa, berserah sepenuhnya kepada Tuhan. 2) DENGAN BERBALIK KEPADA TUHAN – BERTOBAT (Yoel 2: 12-13). Mengaku semua dosa kesalahan kita, dimulai dari hati kita, yang didalam (hati) kita beres, maka yang nampak dari luar pasti juga akan beres. 3). DIPULIHKAN DALAM KELIMPAHAN (Yoel 2:18-24). Karena kasih-Nya Tuhan berjanji menghapus aib kita dan memulihkan umat-Nya dengan kelimpahan.
Bangsa kita sedang menghadapi pandemi Covid19, dampaknya kita juga ikut merasakan. Mari sebagai umat Allah dibangsa ini, kita merendahkan diri dihadapan Tuhan, berbalik kepada Tuhan (2Taw 7:14). Karena kasih-Nya, keadaan kita dan bangsa Indonesia PASTI DIPULIHKAN Tuhan dengan kelimpahan yang luar biasa. Amin.
37m - Jun 9, 2020 - Kita Yang Menang - Pdt Markus Prasetya
KELUARAN 17:8-16
Setelah selesai dengan masalah di Masa dan Meriba, bangsa Israel menghadapi masalah baru yakni berperang melawan orang Amalek di Rafidim. Masalah yang satu selesai timbul masalah yang baru. Perjalanan orang Israel menuju tanah Perjanjian adalah gambaran perjalanan kehidupan orang percaya bersama dengan Tuhan, ada masalah dan tantangan yang akan terjadi dalam hidup kita. Kita akan dapat mengatasi semua itu karena :
1. Hanya Tuhan saja yang memberi kemenangan (Ams. 21:31)
Mungkin saat ini kita sedang bergulat dengan masalah pekerjaan, bisnis, kesehatan, keluarga, pelayanan, dll. Angkat tangan kita pada Tuhan dalam doa, kita akan melihat Tuhan yang bekerja memberi kemenangan.
2. Ada kerjasama – saling mendukung.
Musa, Harun dan Hur yang berdoa sementara Yosua memimpin orang Israel maju berperang. Mendukung pemimpin kita dengan mengerjakan apa yang menjadi bagian kita.
3. Berinisiatif. Saat menghadapi masalah miliki ide, menjadi kreatif dan melangkah aktif tahu apa yang kita kerjakan. Sehingga dengan mudah dan cepat masalah itu terselesaikan.
4. Tetap bersyukur (ay. 15-16). Bersyukur untuk penyertaan dan kemenangan atas setiap masalah yang kita hadapi.
Bangsa kita sedang menghadapi masalah Covid19, bahkan dunia. Andalkan Tuhan menghadapi wabah ini, diperlukan kerja sama dari semua pihak, dukung pemerintah dengan melaksanakan semua himbauan untuk memutus penularan virus ini. Miliki ide, kreatifitas dan terus aktif mencari solusi dari dampak yang muncul, dan tetap bersyukur dengan keadaan saat ini. Masalah boleh silih berganti, bersama Tuhan KITA YANG MENANG!! Tuhan Yesus memberkati.
35m - Jun 8, 2020 - Tuhan Memakai GerejaNya - Pdm Thomas Trigiyono
HAKIM 3:7-11
Masalah dan kesulitan yang terjadi bisa disebabkan oleh banyak hal, karena kesalahan – dosa kita, bencana alam, wabah penyakit, perang, kelaparan, dll. Tuhan menghukum Israel karena berbuat jahat, melupakan Tuhan dan menyembah ilah lain – baal & berhala asyera . Sehingga Allah menghukum dengan dikuasai (dijajah) oleh bangsa Aram selama 8 tahun (ay. 7-8). Dalam kesulitan mereka minta tolong dan berseru kepada Tuhan (Ay. 9). Akhirnya Tuhan memanggil dan memilih seseorang yang diurapi-Nya (Otniel) menjadi hakim untuk menyatakan kehendak-Nya dengan melepaskan Israel dari bangsa Aram.
Pandemi Covid19 melanda bangsa Indonesia, kita juga terkena dampaknya. Kesulitan yang terjadi saat ini kiranya mendorong dan membawa kita untuk kembali mencari Tuhan – berdoa, memuji dan menyembah – dengan lebih sungguh-sungguh lagi. Tuhan juga memanggil, memilih dan mengurapi kita gereja-Nya, agar menjadi berkat bagi bangsa ini. Dimanapun kita berada saat ini, mari menjadi penjaga-pembela bagi bangsa kita melawan wabah Covid19 melalui doa-doa kita. Karena Tuhan akan memakai gereja-Nya di akhir zaman untuk menyatakan kasih dan kehendak-Nya. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
32m - Jun 7, 2020 - Kejutan Dari Allah - Pdp Yakub Budi K
KEJ. 45:25-28, 46:1-4
Pada zaman Yakub terjadi kelaparan yang melanda dunia selama 7 tahun. Saat diberitahu bahwa Yusuf masih hidup dan telah menjadi kuasa atas seluruh Mesir, hati Yakub tetap dingin mendengar kabar itu karena tidak mempercayai anak-anaknya yang telah berbohong perihal Yusuf (ay. 26). Kekecewaan, kekuatiran, ketakutan, pesimis yang menguasai seseorang bisa mengakibatkan hati menjadi dingin, tidak mudah percaya dengan suatu yang benar termasuk janji/firman Tuhan. Alami kejutan dari Allah di masa pandemi saat ini, dengan :
1. Ingat janji Allah. Yakub hatinya melonjak – bangkit kembali semangatnya setelah tahu anak yang dikasihinya masih hidup (Kej. 45:28), mimpi-mimpi Yusuf yang disimpan dalam hatinya digenapi Allah. Janji – firman Allah akan membakar hati yang dingin/beku yang telah dikuasai kekecewaan, putus asa, pesimis, kuatir, takut, marah dengan dengan hati yang baru - mentalitas yang baru. Firman yang kita lakukan di masa sulit akan mengubah pola pikir kita, tidak kuatir akan hidup kita karena Allah yang menjaminnya (Matius 6:25-34).
2. Tetap Berdoa (Kej. 46:1). Saat Yakub berdoa, Tuhan meneguhkan perjanjian-Nya bahwa Tuhan akan menyertai dan menjadikan bangsa yang besar di Mesir, dan Tuhan akan membawa keturunannya kembali ke tanah Kanaan.
Kawal dengan doa setiap janji Allah atas bangsa dan hidup kita, sampai semua digenapi.
Jaga hati kita agar tidak dingin/beku karena keadaan saat ini karena kita punya Allah yang maha tahu, Ia tahu bagaimana dan kapan krisis ini berakhir. Ingat janjiNya dan tetaplah berdoa dan alami kejutan dari Allah kita. Amin.
31m - Jun 6, 2020 - Tetap Fokus - Pdt Sadrah Harjito
Pandemi Covid19 yang terjadi sekarang ini seperti badai yang melanda bangsa kita bahkan dunia saat ini. Di awal tahun 2020, Tuhan sampaikan bahwa akan ada badai melanda di tahun ini, tapi siapa yang tetap fokus pada Tuhan ia akan mengalami perkenanan Tuhan. 2Raj. 5 mengisahkan Naaman yang mengalami badai dalam hidupnya, yaitu sakit kusta. Badai masalah persoalan bisa menimpa siapa saja tanpa pandang bulu, tapi saat fokus kita pada Tuhan maka :
#Kita masuk zona khusus Tuhan.
Arti dari nama “Naaman” yaitu untuk menjadi menyenangkan, menjadi manis, menjadi indah. Ada penyediaan Tuhan yang indah, manis dalam hidup kita. – Kesembuhan, pemulihan, jalan keluar, penghiburan dan semua yang manis dari Tuhan.
#Ada kepastian dalam Tuhan (Ay. 3). “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria…tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” Kepastian/perkenanan Tuhan tidak dapat dihambat oleh apapun. Meskipun sebagai tawanan, perkenanan Tuhan terjadi atas Ester, Yusuf, Daniel, Sadrah, Mesakh dan Abednego diangkat tinggi oleh Tuhan, menjadi penguasa.
#Merendahkan diri dihadapan Tuhan (ay. 14). Perkenanan Tuhan terjadi saat kita mau merendahkan diri di hadapan TUHan, tunduk pada firman-Nya. Naaman seorang panglima disembuhkan saat melakukan apa yang dikatakan nabi Elisa.
Saudara, tetap fokus pada Tuhan! Dalam badai, masa perkenanan Tuhan dinyatakan dalam hidup kita. Amin.
31m - Jun 5, 2020 - Eben Haezer - Pdt Markus Prasetya
Minggu yang lalu kita dengar Firman, bahwa hidup kita bagaikan kapal yang sedang berlayar di lautan, dan diterpa badai. Badainya bermacam2 : kesehatan/corona, rumah tangga, ekonomi, dll.
Tapi sekarang kita hidup dalam zaman kebangkitan Tuhan Yesus, sehingga kita yang percaya dan taat Firman, tak perlu takut, sebab Tuhan Yesus yang hidup, siap menolong apapun juga masalah kita. Apa yang perlu ada pada kita :
1. Kita bersyukur, bahwa kita punya Tuhan yang hidup.
1Kor. 15:1-8, 13-20, 58. Pemberitaan – iman – pelayanan kita tidak sia2, tapi semuapasti ada manfaatnya, kisah 5 roti – 2 ikan, exodus.
Kesaksian : Gusti Yesus Tresna Kula, biaya kelahiran anak I; Tidak ada dana bisa memberli tanah ini dan membangunnya, dll.
2. Lebih bersyukur lagi, sebab Tuhan yang kita percayai, yang kita ikuti adalah Tuhan yang punya kasih tak terbatas. Dikatakan lebih tinggi dari langit, lebih dalam dari samudera, kasihNya dapat menjangkau kita semua. – pujian : Lingkupiku.
Kesaksian : a). PI mau dianiaya/dibunuh puluhan orang tapi aneh, saya terus bersaksi tentang kasihNya Tuhan Yesus, penganiaya itu satu demi satu pergi dan saya dibebaskan.
b). Saya naik motor dengan 2 (dua) anak saya, ditabrak bus dari belakang, saya dan kedua anak saya terpental, motor ringsek, tapi aneh, saya dan kedua anak saya lecet saja tidak.
3. Lebih bersyukur lagi. Tuhan dengan kasihNya yang maha itu sangat peduli kepada umat manusia yang mau percaya, maka dimanapun, kapanpun dalam keadaan bagaimanapun kita membutuhkan pertolongan, Tuhan pasti mau menolong. Tuhan tidak pernah tertidur (Maz. 121). Dalam perjalanan kita Tuhan selalu berkata seperti dalam Yesaya 41:10, Mat. 6:25-35, Fil. 4:6-7. Dan pertolonganNya sangat terbukti (Maz. 46). Saat ini menghadapi Corona tak bisa Ibadah Raya (Kesaksian)
4. Yang perlu ada bagi kita, iman percayalah dengan teguh, jangan bimbang/ragu tapi mantap seperti Daniel + SMA – Dan. 3:17-18. Maka Daniel di gua singa, SMA dalam dapur api tidak usah teriak-teriak minta tolong.Tuhan mahatahu dan hadir menolong mereka, sehingga singa tidak menelan, api tidak menghanguskan. Dan Tuhannya Daniel, SMA adalah Tuhan yang sama yang kita percayai yaitu Tuhan Yesus yang hidup. Memang pernah mati menebus dosa kita jangan berbuat dosa lagi. Hari ke-3 bangkit/hidup (soe).
Maka jaga hidup kita sesuai Firman. Jaga hidup kita, jangan ikut-ikutan dunia main-main dengan dosa, berlaku jahat, durhaka, hoax, dll.
Jaga hidup kudus. Maka kita akan mengalami perkara-perkara yang indah, ajakan Mazmur 35:13 merendahkan jiwa. Hidup jadi berkat.
Pasti Tuhan memberkati, menyertai dan Eben Haezer manut Firman Tuhan dan manut pemerintah Tuhan. Amin
1h 0m - Jun 4, 2020 - Apa Yang Kita Inginkan - Pdt Naftali Budi K
Filipi 4:6-7
Keadaan dunia sekarang ini bisa membuat kita menjadi kuatir dan itu manusiawi, bisa terjadi kepada siapapun. Ketika yang terjadi tidak seperti yang kita INGINKAN maka hal itu akan membuat kita menjadi kuatir, kuatir tentang wabah Covid19, pekerjaan, usaha, pendidikan, rumah tangga, keuangan, keamanan, dll.
Tapi bagi kita orang percaya firman Tuhan berkata, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga…” Tuhan perintahkan supaya kita jangan kuatir dalam segala hal. Karena dengan berdoa, memohon dan bersyukur, Allah akan melimpahkan damai sejahtera-Nya yang melampuai segala akal untuk memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus (ay. 7). Karena hanya damai sejahtera Allah saja yang akan melenyapkan segala kekuatiran dalam hati kita.
Apa yang kita INGINKAN di masa sekarang ini? Nyatakan semuanya itu dalam doa-doa dan permohonanan saudara dengan ucapan syukur kepada Allah. Haleluyah.
32m - Jun 3, 2020 - Seseorang Yang Bersyukur - Pdm Thomas Trigiyono
Lukas 17:11-19
Kusta pada waktu itu adalah penyakit menular, dianggap najis sehingga penderitanya dikucilkan dan terbuang dari masyarakat. Dalam keadaan dikucilkan, dibatasi keadaan karena dianggap najis dan terbuang, dengan menjaga jarak berdiri agak jauh (ay. 12), yang dilakukan 10 orang kusta ini adalah BERTERIAK, “Yesus, Guru, Kasihanilah kami!”. Mereka melakukan apa yang diperintahkan Tuhan untuk melangkah pergi kepada imam, karena yang bisa menyatakan kusta tahir/sembuh adalah seorang imam.
Saat ini Covid19 membatasi banyak hal dalam kehidupan kita, tapi TUHAN tidak pernah bisa dibatasi oleh apapun, baiklah kita BERTERIAK berseru melalui doa-doa kita mohon belas kasihan-Nya dengan tetap percaya bahwa janji Tuhan sedang digenapi bagi bangsa dan negara kita maupun dalam kehidupan kita. Meskipun kita belum tahu kapan itu semua digenapi, biarlah kita menjadi seseorang yang tetap bersyukur dan memuliakan Allah dalam segala keadaan. Amin.
26m - Jun 2, 2020 - Jangan Panik - Pdt Sadrah Harjito
Yeremia 29:11
Meskipun saat ini penularan Covid19 masih terjadi, kita bersyukur karena yang terkena virus ini banyak yang sudah sembuh. Melihat kondisi saat ini orang bisa panik, tidak tenang hidupnya, tidak ada damai sejahtera sehingga bisa stress. Saat stress imunitas seseorang menurun dan menjadi lemah sehingga gampang terserang penyakit. Kita jangan panik, karena :
1#. Allah tahu, bukan sekedar tahu tapi Allah juga ikut merasakan (empati) dengan apa yang kita hadapai saat ini. Ketika diberitahu kalau Lazarus sakit, Yesus SENGAJA tinggal 2 hari ditempat itu (Yoh. 11:6). Ketika pertolongan Tuhan tertunda, sebenarnya Tuhan sedang merancangkan sesuatu yang besar. Bukan sekedar kesembuhan tapi kebangkitan dari kematian yang dialami Lazarus.
2#. Rancangan Allah itu terbaik. Dalam rancangan-Nya ada tujuan Allah yaitu mendatangkan damai sejahtera (shalom) dan gambaran (imanjinasi) Allah adalah apa yang Allah kehendaki atas dunia melalui gereja-Nya tergenapi di akhir zaman ini.
3#. Allah memakai apapun untuk kebaikan kita, apapun yang terjadi tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Jangan panik! Alami rancangan-Nya yang ajaib dengan terus cari dan temukan Tuhan, Ia akan memulihkan dan menjadikan gerejanya menjadi berkat bagi dunia. (Yer. 29:13-14). Haleluya.
34m - Jun 1, 2020 - Melenyapkan Ketakutan - Pdp Yakub Budi K
Setiap orang, termasuk kita, pernah mengalami rasa takut dan masalah ini tidak memandang usia, jenis kelamin ataupun suku bangsa, ketakutan bisa dimanfaatkan oleh setan untuk memaksimalkan kekuatannya dalam melumpuhkan iman orang percaya yang hendak menangkap dan memahami kehendak Allah di dalam hidupnya. Ketakutan bisa mengakibatkan pergeseran kerohanian kepada penyembahan roh-roh yang bukan dari Tuhan, juga dikarenakan adanya kompromi firman Tuhan dengan budaya/tradisi nenek moyang yang mengakibatkan adanya ketidakmurnian iman kepada Yesus, bahkan menyebabkan orang meninggalkan Tuhan bahkan menjadi tidak percaya Tuhan/atheis.
Ketakutan dipengaruhi oleh roh perbudakan, lawan ketakutan kita dengan :
1). Menguatkan hati kita. Allah ingin melihat umatNya terbebas dari rasa takut dan dapat hidup penuh dengan pengharapan. Kita menjadi kuat karena terus berharap pada Tuhan dan sudah bersatu dengan Kristus (Efe. 6:10 TSI). “Rasa takut” adalah kekuatan setan yang bisa mempengaruhi hidup kita. Sedangkan iman/pengharapan adalah kekuatan dari Allah yang harus memenuhi hati kita. Jangan takut ada Tuhan yang menyertai kita (Bil. 14:6-9).
2). Memiliki kasih Allah, orang yang menikmati kasih Allah tidak mengenal perasaan takut (1Yoh. 4:18-BIS). Kasih adalah bukti kita mengenal Allah kita.
3). Menguasai diri. Artinya Memerintahkan diri untuk menjadi penurut-penurut firman Tuhan. Memenuhi hati dan pikiran kita dengan kebenaran firman Tuhan akan melenyapkan ketakutan kita.
Kadang muncul rasa takut melihat keadaan sekarang ini. Tapi satu hal yang pasti, ada Yesus Tuhan yang memberikan RohNya pada kita, yang membangkitkan dan menguatkan hati kita, mengasihi kita dengan sempurna dan memampukan kita menguasai diri dalam menghadapi keadaan sekarang ini. Hanya Roh Tuhan yang sanggup melenyapkan ketakutan kita.
32m - May 31, 2020 - Dalam Kendali & RencanaNya - Pdt Naftali Budi K
PENGKHOTBAH 3:1-3, 11-14.
Pernahkah kita diam sejenak dan merenungkan rentetan peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, ada waktunya kita bahagia, sukacita, damai sejahtera tapi ada kalanya Tuhan mengizinkan kita menghadapi kenyataan berada dalam masa sukar, keras, bahaya (Pkh. 3:2-9) dan itu merupakan PROSES YANG HARUS KITA JALANI. Saat kita dalam masa yang baik dan buruk, Allah tidak pernah meninggalkan kita (Daniel, Sadrah-Mesahk-Abednego). Nantikan Tuhan saat berada dalam masa kesesakan (Yes. 40:31), jangan takut dan bimbang karena Ia pegang kita dengan tangan kanan-Nya yang memberi kemenangan (Yes. 41:10). Waktu berjalan dengan cepat dan kita berada di masa akhir zaman (2Tim. 3) – masa yang sukar. Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia (Pkh. 3:14) jangan sia-siakan karena masa dan waktu dalam hidup kita ada dalam kendali dan rencana-Nya. Haleluya!
39m - May 30, 2020 - Kabar Baik! Anda dicari & Diselamatkan - Pdm Thomas Trigiyono
Lukas 19:10
Hari-hari ini kita merasakan satu keadaan yang berat karena dampak dari Covid19, Yesus datang mencari dan menyelamatkan yang hilang! Apa yang hilang dari kita? Pekerjaan, bisnis, sukacita, damai sejahtera, rasa aman, dan pengharapan kita.
Kabar baiknya, anda dicari untuk diselamatkan dari apa yang hilang dari Saudara hari ini. Berserulah pada Yesus! Undang Dia masuk dalam hidup Anda, dan kuasaNya akan bekerja dalam hidup Anda. Haleluya.
26m - May 29, 2020
